Apakah boleh puasa tanpa sahur? Puasa adalah menahan diri dari terbit fajar hingga matahari terbenam yang umumnya diawali dengan makan sahur sebelum fajar.
Dalam Islam, sahur memang sunnah yang sangat dianjurkan. Namun, apakah sahur termasuk syarat sahnya puasa?
Faktanya banyak orang merasa mampu berpuasa tanpa sahur, padahal kebiasaan ini bisa memicu gangguan kesehatan, membuat kurang fokus, dan tubuh lemas saat beraktivitas hingga waktu berbuka.
Oleh karena itu, penting untuk memahami hukum serta dampak puasa tanpa sahur agar ibadah tetap sah sekaligus tubuh tetap terjaga. Simak penjelasan lengkapnya berikut ini!
Apakah Boleh Puasa Tanpa Sahur?
Dalam Islam, sahur bukanlah syarat sah puasa, melainkan sunnah yang sangat dianjurkan. Rasulullah saw. bersabda bahwa sahur mengandung keberkahan dan sebaiknya tidak ditinggalkan, meskipun hanya dengan seteguk air (HR. Ahmad dan Ibnu Hibban). Artinya, puasa tetap sah tanpa sahur, tetapi sayang jika melewatkan keberkahannya.
Hal ini juga diperkuat dalam Al-Baqarah ayat 187 yang menjelaskan waktu makan dan minum hingga terbit fajar, lalu menyempurnakan puasa sampai malam. Ayat tersebut menunjukkan batas waktu sahur, bukan menjadikannya sebagai kewajiban.
Mayoritas ulama sepakat bahwa apakah boleh puasa tanpa sahur, jawabannya adalah boleh. Mazhab Syafi’i dan Hambali menyebut sahur sebagai sunnah muakkadah sehingga puasa tetap sah meski ditinggalkan.
Mazhab Hanafi dan Maliki pun berpendapat sama, hanya saja mereka menekankan pentingnya sahur untuk menjaga kekuatan selama berpuasa.
Ulama kontemporer, seperti Syaikh Ibn Utsaimin juga menegaskan hal serupa, boleh tidak sahur, tetapi sangat dianjurkan karena manfaat dan keberkahannya.
Baca juga: 10 Menu Sahur Sehat Agar Tidak Lemas saat Berpuasa Seharian
Manfaat Sahur saat Puasa
Walaupun boleh puasa tanpa sahur, amalan sahur tetap dianjurkan karena membawa banyak manfaat, baik untuk ibadah maupun kondisi tubuh. Berikut beberapa di antaranya:
- Mendapat keberkahan: Sahur disebut sebagai waktu yang penuh berkah sehingga puasa terasa lebih bernilai dan sempurna.
- Menjaga energi sepanjang hari: Asupan saat sahur membantu tubuh tetap bertenaga sehingga tidak mudah lemas saat beraktivitas.
- Mengurangi rasa lapar dan haus berlebihan: Sahur membuat tubuh lebih siap menahan lapar dan haus, sekaligus membantu menjaga fokus.
- Menghidupkan sunnah Rasulullah saw.: Meski puasa tetap sah tanpa sahur, menjalankan sunnah tentu membawa kebaikan tersendiri.
- Membiasakan bangun lebih awal untuk ibadah: Waktu sahur bisa dimanfaatkan untuk tahajud, berzikir, atau mempersiapkan diri sebelum subuh tiba.
Dampak Puasa Tanpa Sahur
Di balik anjuran sahur yang penuh manfaat, ada beberapa dampak yang perlu dipertimbangkan jika melewatkannya. Lantas, apa saja dampak puasa tanpa sahur bagi tubuh dan aktivitas sehari-hari? Berikut penjelasannya:
1. Dehidrasi
Puasa tanpa sahur bisa meningkatkan risiko dehidrasi karena tubuh tidak mendapat asupan cairan sebelum fajar.
Akibatnya, badan terasa lemas, sulit fokus, mengantuk, bahkan tekanan darah bisa menurun. Padahal, dengan sahur yang cukup cairan, puasa akan terasa lebih ringan dan tubuh tetap bertenaga.
Agar terhindar dari dehidrasi, pastikan minum minimal dua gelas air saat sahur dan konsumsi buah atau sayur yang mengandung banyak air.
Selama puasa, Anda juga bisa menerapkan pola 8 gelas per hari, yaitu 2 gelas saat berbuka, 4 gelas di malam hari, dan 2 gelas saat sahur.
Agar lebih tenang, pilih air minum yang kualitasnya terjaga, seperti AQUA. AQUA merupakan air mineral yang 100% murni air pegunungan dan 100% AMAN dari cemaran fisik, patogen, dan kimia.
Dengan kualitas yang terjamin, hidrasi saat sahur dan berbuka pun lebih aman sehingga tubuh tetap siap menjalani puasa dengan optimal.
Baca juga: 10 Rekomendasi Menu Sahur Praktis, Gampang untuk Dibuat!
2. Kelelahan
Melewatkan sahur bisa membuat tubuh lebih cepat lelah. Tanpa asupan makanan yang cukup, tubuh akan kekurangan energi untuk menjalankan fungsi-fungsinya dengan optimal. Akibatnya, aktivitas harian terasa lebih berat dan konsentrasi pun bisa menurun.
3. Sakit Perut
Selama puasa, tubuh tidak menerima makanan dan minuman kurang lebih 13 jam. Kondisi ini bisa memicu rasa lapar dan perih di siang hari karena produksi asam lambung meningkat. Jika puasa tanpa sahur, asam lambung bisa naik lebih berlebihan.
Akibatnya, risiko gangguan lambung, seperti maag bisa meningkat. Dalam kondisi yang lebih serius, asam lambung dapat naik ke kerongkongan atau dikenal sebagai GERD.
Hal ini terjadi ketika otot di bagian bawah kerongkongan tidak bekerja dengan baik sehingga asam lambung melukai dinding kerongkongan.
4. Pusing
Jika tubuh terlalu lama menahan lapar tanpa sahur, kinerja organ bisa menurun karena energi yang tersedia terbatas.
Tubuh memang akan membakar lemak sebagai cadangan energi, tetapi proses ini tidak selalu cukup untuk menjaga kondisi tetap stabil.
Akibatnya, rasa pusing mudah muncul dan aktivitas sehari-hari jadi terganggu. Konsentrasi menurun, produktivitas pun ikut terdampak selama menjalani puasa.
5. Sembelit atau Konstipasi
Puasa tanpa sahur bisa meningkatkan risiko sembelit. Ketika asupan makanan sangat terbatas, jumlah sisa makanan yang diolah menjadi feses pun berkurang sehingga bisa menyebabkan gangguan sistem pencernaan.
Untuk mencegahnya, penting mengonsumsi makanan tinggi serat saat sahur, seperti sayuran hijau, buah-buahan, roti gandum, ubi jalar, dan chia seed.
Selain membantu melancarkan pencernaan, asupan ini juga dapat membuat tubuh terasa lebih segar dan tidak mudah mengantuk selama puasa.
Itulah penjelasan mengenai hukum dan dampak puasa tanpa sahur. Dengan memahami hal ini, Anda bisa menjalankan ibadah dengan lebih tenang sekaligus tetap menjaga kondisi tubuh agar tidak mudah lemas selama beraktivitas.
Agar puasa tetap lancar, jangan lupa penuhi kebutuhan cairan saat sahur dan berbuka. Pastikan selalu sedia AQUA Galon 19 liter di rumah untuk mencukupi kebutuhan hidrasi keluarga.
Kenapa harus AQUA DULU? Karena tidak semua air itu AQUA. AQUA berasal dari gunung terpilih dengan sumber mata air yang terlindungi melalui 9 kriteria pemilihan, 5 tahapan, serta minimal 1 tahun penelitian terhadap lebih dari 600 parameter.
AQUA juga mengandung mineral alami pegunungan tanpa tambahan zat apa pun. Saat diminum, AQUA terasa dingin alami tanpa perlu didinginkan dan sejuk alami menyegarkan.
Dengan sertifikat Halal, izin edar BPOM, dan Standar Nasional Indonesia (SNI), AQUA aman dikonsumsi setiap hari.
Yuk, pilih AQUA 100% Murni, 100% Indonesia, dan 100% Halal untuk menjaga hidrasi tubuh selama menjalankan ibadah puasa!
Baca juga: 10 Minuman saat Sahur yang Bantu Puasa Tahan Seharian!

